
Saya pernah duduk di salah satu majelis ilmu, kurang lebih dua belas tahun yang lalu. Tapi kesannya masih lekat sampai hari ini. Seorang ulama di Pekanbaru, Ustadz Hamdan, semoga Allah ﷻ senantiasa menjaganya. Di dalam majelisnya ketika itu sampailah beliau kepada bahasan yang indah tentang keutamaan dzikrullah.
“Betapa Allah ﷻ akan meninggikan derajat seseorang karena sepotong ucapan dzikir, SUBHANALLAH umpama,” ujar beliau.
“Coba sekarang semua ucapkan SUBHANALLAH,” lanjutnya lagi.
Segenap jamaah serentak mengikutinya. Membahana ucapan SUBHANALLAH di majelis tersebut.
“Alhamdulillah. Semua insyaAllah dapat satu pahala karena ucapan dzikirnya tadi dan saya yang mengajak dapat tambahan sebanyak ucapan dzikir dari tiap jamaah tadi,” ujarnya sambil tersenyum puas diikuti tawa dari jamaah.
Di tengah merebaknya COVID-19, salah satu sisi baik yang kemudian kita saksikan adalah berbondong-bondongnya orang merangkai simpul kebaikan untuk memberikan bantuan demi percepatan penanganan wabah tersebut. Mereka tidak berpangku tangan dan mengandalkan gerak pemerintah semata. Beberapa pengusaha, public figure, artis dan orang-orang berduit terdengar memberikan sumbangan yang tidak sedikit menurut saya.
Ada juga beberapa kawan saya yang memilih memberikan sumbangan kebutuhan pokok khusus kepada mereka yang terdampak, seperti pedagang-pedagang kecil, tukang ojek dan kalangan menengah ke bawah.
Tak sedikit juga yang memberikan bantuan adalah mereka yang sebenarnya tidak juga mampu-mampu amat, hanya saja mereka tidak ingin berdiri terpaku menyaksikan gerbong-gerbong kebaikan itu melintas begitu saja tanpa ikut serta di dalamnya. Mereka ini patut sekali dicemburui.
Ada satu lagi yang luar biasa menurut saya, sangat patut dicemburui yaitu orang-orang seperti Koh Steven Indra Wibowo yang menawarkan rumahnya karena sudah kehabisan dana dan aset yang bisa djiual. Semua beliau lakukan demi percepatan produksi bantuan hazmat untuk tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan dalam penanganan COVID-19. Bukan soal nilainya tapi perihal kesungguhannya.
Selain itu, beliau juga telah menyediakan rekening tampungan donasi untuk para donatur. Secara tidak langsung kita ditunjukkan tentang bagaimana bersungguh-sungguh dalam kebaikan. Saya kok kadang sangat-sangat cemburu sekali dengan orang-orang seperti ini. Apa yang beliau lakukan mirip dengan cerita tentang Ustadz Hamdan di atas dari sisi yang lain. Mereka ini adalah Sang Pemborong, sebagian mungkin ada di lingkungan kita. Mereka berbuat baik dan kemudian mengajak orang lain ikut dalam gerbong-gerbong kebaikan tersebut. Saya jadi teringat perkataan yang mulia Nabi ﷺ
الدَّالُّ عَلَى الْخَيْرِ كَفَاعِلِهِ
“Orang yang menunjukkan suatu kebaikan balasannya seperti orang yang mengerjakannya.” (Hadits Shahih, Riwayat Al-Bazar dan At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabiir, At-Tirmidzi)
Dimanakah posisi kita saat ini? Akankah kita cukup nyaman hanya menjadi penonton ataukah ingin jadi bagian dari simpul-simpul kebaikan yang telah terjalin? Mari ikut berdonasi melalui seluruh saluran yang ada. Kita juga bisa ikut dalam gerbong kebaikan yang diinisiasi oleh Koh Steven Indra Wibowo melalui rekening berikut :
Bank BTN Cabang Depok
Kode Bank : 200
Nomor Rekening : 0025-4015-0001-7445
atas nama : Yayasan Mualaf Center Indonesia
Konfirmasi transfer ke : +62811885998
Jangan lupa menggunakan kode 019 di belakang misalnya ingin menyumbang 100.000 maka transfer 100.019.
