
Medio Februari 2018, dapat berita ada proyek komik yang akan dirilis oleh salah satu grup WhatsApp yang saya ikuti. Mulanya tak terlalu tertarik, sudah sempat mau menyatakan keinginan ikut tapi kemudian mundur karena rasanya karakter tulisan komik beda dengan karakter tulisan saya, iya tulisan saya, tulisan yang cuma menghiasi diari, ponsel, atau hanya tersimpan di laptop. Sok ya? Hehe..
Alhamdulillah dengan bantuan Bang Wawan Tohari yang baik hati, rajin menabung dan tidak sombong, salah satu episode penting dalam hidup saya dan kekasih saya, istri tercinta, dapat terbukukan. Titik balik bagi kami ketika Allah ﷻ menunjukkan kasih sayang-Nya yang Maha Mempesona, dengan memberikan ujian yang kemudian berbuah pengajaran berharga.
Ada kebanggaan dan keharuan ketika medio Februari 2019, satu tahun setelah proyek komik ini dikabarkan, abang saya yang baik hati tadi, mengirimkan calon sampul komik yang kemudian rilis sebulan setelahnya.
Sedikit bercerita tentang komik ini, semoga belum terlalu terlambat. Judulnya Jalan Hijrah Para Ribavora, lebih populer dengan Komik Ribavora. Ada delapan orang yang terlibat dalam penulisan komik ini. Saya sendiri baru pernah berjumpa secara langsung dengan dua orang di antara mereka. Di komik ini saya yang paling sedikit sumbangsihnya, hanya menyumbangkan satu cerita saja, aduh.
Cerita yang saya kirimkan kemudian diterjemahkan dengan ciamik oleh Komikus Kenamaan asal Semarang, Doni Kudjo. Selain beliau, ada juga komikus terkenal yang ikut menulis di komik ini, Om Squ, komikus Pengen Jadi Baik. Ada juga ibu-ibu yang inspiratif dan baik hati. Mereka adalah Ibu Sulistyowati Ningsih, Mbak Desi Sulistyawati, Mbak Fri Okta Fenni dan Mpok Nur Komala Sari. Dan yang terakhir Sang Pimpro yang luar biasa, Bang Wawan Tohari.
Komik Ribavora ini bercerita tentang apa? Sedikit mengutip tulisannya Mbak Fenni, komik ini merupakan kisah nyata yang bercerita tentang perjuangan anak manusia untuk terbebas dari jeratan riba yang terkutuk. Sebuah dosa yang dianggap biasa di zaman ini tapi sungguh tak biasa imbasnya bagi kehidupan. Ada banyak kepedihan dan air mata yang kemudian menemani hari-hari mereka. Namun, kemudian mereka kembali kepada Allah ﷻ dengan sungguh-sungguh. Dan pastinya Allah ﷻ tak pernah menyia-nyiakan hamba-Nya yang datang kembali kepada-Nya. Ada cukup banyak pandangan tentang komik ini dan saya telah membuat satu halaman khusus yang bisa Anda lihat disini.
Mohon doanya, semoga sedikit karya kami ini membawa manfaat yang besar untuk kami dan orang banyak, juga menjadi pemberat pada timbangan amal kelak di akhirat. Aamiin.
