“Bah, besok Dhara menikah…” Langit sore itu cerah. Gadis 23 tahun sedang berbaring beratapkan langit, beralaskan tikar lipat yang dibawa dari rumahnya. Seolah sedang di tempat tamasya, tapi bukan, ia bukan berbaring di taman atau tempat liburan lainnya. Ia berbaring di samping makam Abah dan Ambunya. Sepetak tanah makam itu dibeli Abahnya ketika masih hidup….
Bertahanlah Satu Hari Lagi
Selepas maghrib tak seperti biasanya Rusman langsung keluar masjid, duduk di pelatarannya dan memandang kosong ke langit. Sinar mukanya redup, seredup cahaya malam itu. Di antara magrib dan isya Rusman mendawamkan tilawah surat As-Sajadah dan Al-Mulk secara infiradi. Tapi, tidak kala itu. “Man, ada apa?” kudekati Rusman seraya menepuk pelan bahunya. “Bang, boleh aku menyerah…
Ayah Terbaik
Seorang perempuan berparas molek tetiba masuk ke kamar hotel. Ada seorang anak laki-laki muda yang diutus mewakili pesantrennya untuk kejuaraan Taekwondo tingkat provinsi di kamar itu. Ia kaget bukan kepalang ketika perempuan tersebut menggoda dan nekat menarik bajunya hingga sobek. Mukanya pucat pasi, ia ketakutan setengah mati, perempuan tersebut memang elok tapi ia lebih takut…


