Desrianza

Pelajar Cinta, Penari Kata, Perindu Surga

Circle Kebaikan

Belakangan saya sedang getol-getolnya mengaplikasikan pembuatan konten di instagram pribadi @desrianza, hasil belajar satu bulan e-course. Alhamdulillah, sepertinya tampilan feed instagram saya sudah lumayanlah dan jadi lebih aktif dari sebelumnya. Tapi, ada saat di mana kemudian saya kurang memperhatikan penggunaan simbol-simbol yang kemudian menimbulkan persepsi kurang baik. Adalah Pak B, seorang yang ada di dalam circle kebaikan saya, seorang senior di dalam pekerjaan saya yang kemudian mengirimkan Direct Message.

“Pesannya bagus, tapi gambarnya kok ******? Meskipun gak semua, ****** banyak diasosiasikan dengan kalangan LG*T.”

Saya baru menyadari dan buru-buru menurunkan (takedown) postingan tersebut. Tak lama saya buat postingan baru dan setelah di-posting ternyata ada rekan yang kemudian memberikan komentar positif bahwa postingan sebelumnya memang terkesan kurang baik.

Dalam hati, saya bersyukur ada di circle orang-orang baik. Sehingga ketika mereka melihat ada yang kurang pas akan mengingatkan dengan cara yang begitu baik. Saya tiba-tiba teringat sebuah hadits Nabi ﷺ

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sangat penting bagi kita untuk sesering mungkin berada dalam circle kebaikan karena teman yang kita akrabi sangat bisa memberikan warna dalam kehidupan kita. Teman yang baik akan senantiasa mengajak kita kepada kebaikan, akan tulus membersamai kita dalam kebaikan dan mendoakan kebaikan untuk kita. Kalau pun kita tidak dapat mengikuti kebaikan mereka, paling tidak kita dapat terhindar dari keburukan, kita akan malu berbuat keburukan ketika ada di sisi mereka.

Jamak kita temui orang yang dulunya kelihatannya baik dan saleh namun kemudian justru berbalik arah karena circle kebaikan yang diakrabinya tidak baik. Dikutip dari hidayatullah.com paling tidak ada 10 jenis teman yang disebutkan dalam al-Quran, yaitu:

  1. Wali (QS. 2:257 dan QS. 3:28), mereka adalah teman yang melindungi, penasehat, dan siap membantu. Seorang teman yang selalu ada untuk menolong dan memberi petunjuk kapan pun ia dibutuhkan.
  2. Hamim (QS. 41:34), mereka adalah seorang teman yang hangat. Ia mencintai bahkan punya ikatan secara emosional terhadap temannya. Sifat teman demikian hendaknya kita punyai. Termasuk jika berhadapan dengan seseorang yang bersikap kasar dan menyakiti hati.
  3. Shadiq (QS. 26:99-101), mereka adalah orang yang jujur, seseorang yang berteman tanpa ada motif atau niat tertentu. Ia tak akan meninggalkan temannya hanya karena ia jatuh miskin, misalnya. Saat temannya tersesat, ia justru tampil sebagai pengingat yang lembut. Mengajak agar kembali ke jalan yang lurus. Tipe teman seperti ini niscaya kekal selamanya, di dunia dan di akhirat.
  4. Shahib (QS. 81:22), mereka adalah seseorang yang menyertai temannya dalam keseharian. Ia bisa jadi tetangga, rekan kuliah, atau teman seperjalanan. Seorang shahib adalah yang bersikap baik kepada kita. Stay in touch. Punya perhatian agar temannya senantiasa berbuat baik.
  5. Walijah (QS. 9:16), mereka adalah orang yang benar-benar masuk ke dalam kehidupan pribadi kita. Seorang terpercaya dalam urusan pribadi sekalipun.
  6. Bithanah (QS. 3:118), mereka adalah teman kepercayaan dari kalangan sendiri dan tidak membawa kemudaratan bagi kita.
  7. Khadzul (QS. 25:29), mereka adalah jenis teman yang fana, penuh kepalsuan. Mereka mengaku sebagai teman yang paling setia. Nyatanya, ia berpaling ketika ia dibutuhkan. Setan digelari khadzul karena telah berjanji menjadi teman setia manusia. Ia menjadikan kemaksiatan tampak indah di depan mata. Tapi ia hanya berdusta semata memperdaya syahwat manusia.
  8. Khadn (QS. 4:25), mereka adalah teman pengumbar nafsu yang kerjanya hanya memamerkan aurat dan tipu daya. Sebut saja misalnya, “pacaran Islami” atau “teman tapi mesra.” Itulah mereka.
  9. Qarin (QS. 37:51 dan QS. 36:56-57), mereka adalah teman yang selalu jalan keluar bareng dengan temannya. Dia memiliki selera yang sama. Boleh jadi ia juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tertentu bersama kita. Menyukai olahraga yang sama atau mempunyai tontonan yang sama. Dalam surga kelak, seseorang akan mengingat qarin-nya ketika di dunia.
  10. Khalil (QS. 4:125), mereka adalah seseorang yang terus-menerus menyokong temannya. Posisinya sangat dekat dan menjadikan temannya merasa bahagia selalu. Tiadanya, menjadikan diri memendam rindu dan selalu memikirkan tentangnya. Inilah pujian sempurna dari Allah kepada Nabi Ibrahim ‘alahissalam.

Lantas, teman-teman seperti apa yang kita miliki selama ini? Apakah kita lebih banyak berada di dalam circle kebaikan atau justru sebaliknya?

Desrianza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top