
Sudah pernah nonton video Nussa dan Rara episode YAAH.. HUJAN!!! belum? Kalau belum, ada nih videonya.
Sewaktu di dusun hujan merupakan salah satu momen yang ditunggu. Saat hujan turun, langsung pergi ke lapangan rumput di dekat rumah. Berlari-lari, melincir di atas rumput dan berbasah-basahan dengan riang. Sesekali berdiri di bawah cucuran atap membasahi kepala dan badan seumpama mandi di bawah shower. Kemudian kembali berlari-lari dan bermain hingga hujan reda atau hingga panggilan orang tua semakin meninggi, menyuruh menyudahi main hujan-hujanan karena khawatir anaknya demam.
Hari ini posisi itu berbalik. Sekarang saya yang di posisi orang tua. Awalnya masih terbawa khawatir mereka bakal demam. Tapi, belakangan merasa kasihan kalau anak-anak kehilangan momen hujan-hujanan ini di masa kecil mereka. Anak-anak pun diberi izin untuk mandi hujan dengan syarat hujan sudah turun cukup lama dan juga lebat. Kemudian sesegera mungkin pergi mandi di kamar mandi setelah main hujan, katanya sih agar tak keburu bersin-bersin dan demam. Semoga saja kesenangan mereka ketika hujan-hujanan kelak membawa kenangan yang indah tentang masa kecil mereka.
Dikutip dari laman rumaysho.com, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, ”Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah ﷺ. Lalu Rasulullah ﷺ menyingkap bajunya hingga terguyur hujan. Kemudian kami mengatakan, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian?” Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda,
لأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى
“Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan.”
An Nawawi menjelaskan, “Makna hadits ini adalah hujan itu rahmat yaitu rahmat yang baru saja diciptakan oleh Allah Ta’ala. Oleh karena itu, Nabi ﷺ bertabaruk (mengambil berkah) dari hujan tersebut.”
Dalam sebuah tayangan pendek di YouTube Ustadz Salim A. Fillah mengatakan bahwa untuk mereka yang kesulitan memiliki keturunan disarankan main hujan-hujanan berdua. Ini salah satu kebiasaan para salafusshaleh. Boleh jadi ada bagian tubuh yang perlu dihidupkan oleh air yang turun dari langit karena manusia diciptakan dari tanah, unsur bumi paling dominan pada diri manusia.
وَاللَّهُ أَنزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَآ
“Dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi yang tadinya sudah mati.” (QS. An-Nahl[16]:65)
