Desrianza

Pelajar Cinta, Penari Kata, Perindu Surga

Hingga Ujung Waktu

mengulur waktu

Saya sedang di ujung kantuk luar biasa ketika ponsel berdering. Seorang kolega menelpon meminta bantuan karena ada laporan online dari sahabat istrinya yang belum disampaikan hingga hari terakhir ini, ada kendala yang sebenarnya bisa diselesaikan lebih awal. Bukan kendala yang terlalu berat, tapi bisa menjadi berat ketika diselesaikan di ujung waktu karena harus berebutan masuk ke jaringan.

Saya memaksakan diri bangun. Menyalakan laptop dan berusaha masuk ke sistem. Namun, akses data sedang ramai menyebabkan harus mengantri masuk cukup lama ke dalam sistem. Pada akhirnya saya selesaikan apa yang menjadi domain saya. Berikutnya yang bersangkutan menyelesaikan apa yang menjadi domainnya. Saya kurang tahu akhirnya, tapi ada cukup banyak yang kewalahan menyampaikan laporan di ujung waktu. Saya merasa yakin, banyak yang gigit jari karena tak berhasil mengirim laporan hingga batas waktu, sudah pasti sanksi menunggu.

Ibnu Al Jauzi mengatakan, “Jangan sekali-kali mengulur-ulur waktu, karena ia merupakan tentara iblis yang paling besar.”

Bukankah melakukan sesuatu lebih awal membuat lebih nyaman? Saya sering berhadapan dengan orang-orang yang berkejaran dengan waktu ini. Mereka cenderung akan menjadi panik, emosi tidak terkendali dan bisa jadi kecewa berat ketika tak mampu menyelesaikan segala sesuatunya sampai ujung waktu. Percaya atau tidak ini bisa berdampak luas dan serius bagi mereka yang tidak mampu mengendalikan dirinya. Kekecewaan dan kemarahan yang kemudian dibawa ke rumah akan menyebabkan petaka yang tidak seharusnya terjadi di jalan atau hingga sampai ke rumah.

Ingat rumus 3M-nya Aa Gym? Mulai dari yang paling kecil, Mulai dari diri sendiri dan Mulai saat ini. Orang saleh berwasiat, “Jauhilah ‘saufa (nanti)’, penundaan juga kemalasan, merupakan penyebab kerugian dan penyesalan.”

Kebiasaan untuk melakukan sesuatu lebih awal harus menjadi perhatian. Orang tua juga punya peran penting dalam mendidik anak-anak menjadi orang yang disiplin dalam waktu. Mulai dari pembiasaan shalat 5 waktu di awal-awal waktu misalnya, atau mungkin bersama-sama membuat agenda harian berisi timeline, apa yang akan dilakukannya seharian. Mulai dari ibadah, belajar dan bermain. Pembiasaan yang baik dalam mengatur waktu akan membawa dampak yang baik buat anak di masa depan. Mereka akan menjadi pribadi yang lebih teratur dan terarah.

Tahu tidak? Ternyata semua orang tidak suka dengan orang yang mengulur-ngulur waktu, meski mereka juga suka mengulur-ngulur waktu. Apakah itu saya? Semoga bukan ?

Desrianza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top