Desrianza

Pelajar Cinta, Penari Kata, Perindu Surga

Kidpreneurs

kidpreneurs

Dua bulanan yang lalu ngobrol santai sama anak bujang, sulung yang sebentar lagi mau tamat SD.

“Uang jajan bulan ini sisa berapa yang bisa ditabung, Bang?”

“Lima puluh ribu, Bee.”

“Wah berarti gak sampe dua ribu nabungnya sehari dong. Tak sampai sepertiga uang jajan sehari.”

Si Sulung sepertinya belum menemukan formulasi yang pas untuk mengatur jajan bulanannya.

Setelah itu, berkisahlah tentang masa kecil Abee-nya untuk mengakali uang jajan harian.

Waktu itu jajan sehari dijatah 500 rupiah. Pulang sekolah uang tadi digunakan untuk membeli barang dagangan seharga 400 sampai 450 rupiah.

Barang dagangan tadi kemudian dijajakan sembari main dengan kawan-kawan. Dalam sehari, dapat keuntungan 50 sampai 100 rupiah.

Jatah uang jajan sehari tetap utuh dan untuk jajan bisa dari keuntungan dagangan.

Akhirnya, dibantu ide dari Ummee-nya, Si Sulung mencoba peruntungan menjual Snack Makaroni buatan tangan rekan Ummee-nya. Dibawa ke sekolah dan ditawarkan ke kawan-kawan sekolah di jam istirahat.

Alhamdulillah, setelah satu bulan ternyata uang jajannya tetap utuh bahkan ada tambahan 20% untuk ditabung. Jadi dibanding bulan sebelumnya Si Sulung bisa menabung 6 kali lipat lebih banyak, dan yang penting lagi dia tetap bisa jajan.

Ya, pengajaran kepada anak tak melulu soal abjad dan angka bukan?

(Diposting ulang dari instagram saya pada 14/12/2019)

Desrianza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top