Sekurus-kurusnya ikan pasti ada dagingnya, segemuk-gemuknya ikan pasti ada tulangnya.
Ustadz Derry Sulaiman
Sepenggal tutur dari Sang Penyampai, mengusik kalbu yang sarat daki. Sedikitnya kebaikan persona, tak bermakna hina. Dirilah yang hina karena mengira mulia.
Sebaik-baik diri sendiri lebih baik orang lain, seburuk-buruk orang lain lebih buruk diri sendiri. Demikian ujarnya.
Duhai, patutkah diri pongah bertahta di atas lembaran amal yang tak seberapa?
Berharap memeluk Nabi mulia, namun cinta tak tercitra. Berharap berjumpa surga, namun amal ahli neraka.
Dimana sebenarnya hati ini menapak? Di atas jalanan bajik ataukah lorong yang tengik?
Rabbana, keburukan kami begitu nyata tapi kami takkan mampu menjejak neraka. Kebaikan kami pun kecil tak terkira tapi kami sungguh merindu surga.
اللَّهُمَّ إنَّانَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ
