Ketika diri banyak lalainya, amalan harian ditinggalkan atau banyak bermaksiat kepada Allah ﷻ maka pengaruh buruk akan hadir mewarnai hari. Benarlah kiranya perkataan para salafusshaleh,
إن عصيت رأيت ذلك في خلق زوجتي وأهلي ودابتي
“Sungguh, ketika bermaksiat kepada Allah ﷻ, aku mengetahui dampak buruknya ada pada perilaku istriku, keluargaku dan hewan tungganganku.”
Seandainya ini dipahami dengan baik, harusnya tak lagi selalu merasa benar sendiri dan menyalahkan orang lain. Justru ketika terjadi sesuatu yang tidak disukai, periksa kembali diri sendiri. Bisa jadi ada amalan kita yang menyebabkan keburukan itu datang.
Saya sering mengalami dalam keseharian, ketika ada amalan yang kendor misalnya maka hari-hari menjadi tidak nyaman. Entah ada selisih paham dengan istri, anak atau kolega. Kadang-kadang tertimpa sesuatu yang tidak dinginkan dan berbagai hal buruk lainnya. Saya teringat potongan syair istighfarnya Aa Gym berikut,
Barangsiapa Allah tujuannya niscaya dunia akan melayaninya, namun siapa dunia tujuannya niscaya kan letih dan pasti sengsara, diperbudak dunia hingga akhir masa.
Artinya amal baik dan tujuan yang tulus akan mengundang kebaikan datang dari Allah ﷻ sebaliknya amal buruk dan tujuan yang keliru akan mengundang berbagai keburukan di dalam kehidupan kita.
Saya pernah mendengar cerita tentang seorang laki-laki yang bermimpi agar dunia ini dipenuhi dengan orang-orang baik yang taat kepada Tuhan. Bertahun-tahun ia berusaha namun orang-orang di dunia tak mampu ia gapai untuk menjadi baik. Lantas ia merasa mimpinya terlalu berlebihan, dan cukup orang-orang di kotanya saja yang menjadi objek impiannya. Ia nyatanya juga tak mampu membuat orang di kotanya menjadi orang baik. Ia kemudian berpikir bahwa yang paling mudah ia raih untuk menjadi baik adalah orang-orang yang ada di rumahnya, merekalah keluarganya. Namun, ia pada akhirnya harus menelan kekecewaan karena orang-orang terdekatnya pun tak mampu ia ubah. Di ujung harapnya ia akhirnya memutuskan untuk fokus kepada perbaikan dirinya sendiri. Ternyata tanpa disangkanya perubahan dirinya yang menjadi lebih baik membuat orang-orang di sekitarnya mulai tertarik untuk menjadi baik. Dan hebatnya lagi kebaikan di dalam keluarganya tadi menjalar lebih luas ke lingkungan sekitarnya.
