Desrianza

Pelajar Cinta, Penari Kata, Perindu Surga

Kerja Secerdas Abu Nawas?

Di era WFH (Work From Home) yang sedang populer, pekerja dituntut untuk bekerja secerdas mungkin. Bekerja di rumah tetap seproduktif bekerja di kantor. Di awal-awal kebijakan WFH diterapkan di banyak tempat bisa jadi sebagian masih kaget dan bingung harus bekerja sambil mengurus rumah. Ya, semoga saja kerja cerdas tak malah menjadi kerja culas. Kualitas dan kuantitas pekerjaan selayaknya sejalan seiring.

Saya teringat kisah Abu Nawas ketika dipaksa ikut lomba berburu tanpa persiapan sama sekali. Adalah pejabat kerajaan si Abu Jahil yang memberikan usul kepada Baginda Harun ar-Rasyid agar Abu Nawas diikutkan dalam perlombaan berburu tersebut. Baginda Harun ar-Rasyid menyetujui hal tersebut, pemenangnya adalah mereka yang membawa hewan buruan paling banyak dan bagi yang kalah akan dihukum memandikan kuda kerajaan sebulan penuh.

Abu Nawas mulanya ragu mengikuti perlombaan berburu, ia ngeri membayangkan hukuman memandikan kuda kerajaan yang jumlahnya tidak sedikit selama sebulan. Namun, bukan Abu Nawas namanya kalau mudah menyerah. Apalagi perlombaan tersebut disaksikan oleh rakyat banyak. Ia kemudian dengan yakin dan tegas menerima tantangan Abu Jahil. Keyakinan dan ketegasan Abu Nawas malah sempat membuat Abu Jahil menjadi tidak percaya diri.

Perlombaan pun akhirnya dimulai. Abu Jahil dan anak buahnya memacu kudanya dengan gagah. Sementara Abu Nawas menaiki kudanya dengan santai. Ketika sore tiba, Abu Jahil dan anak buahnya kembali lagi ke alun-alun tempat baginda dan penonton menunggu. Mereka membawa banyak sekali hewan buruan. Tak berapa lama, Abu Nawas pun tiba dan tak tampak membawa hewan buruan. Abu Jahil tergelak puas, para penonton pun ikut menertawakan Abu Nawas. Abu Jahil meyakinkan Baginda Harun ar-Rasyid bahwa ia adalah pemenang perlombaan berburu kali ini.

Namun, Abu Nawas kemudian menyela bahwa pemenang perlombaan adalah mereka yang paling banyak membawa hewan buruan. Baginda Harun ar-Rasyid pun memerintahkan petugas untuk menghitung hewan buruan Abu Jahil. Ada 35 kelinci dan 7 ekor tupai yang didapat. Datanglah giliran Abu Nawas. Ia membawa sebatang bambu dan kemudian membuka tutup bambu tersebut. Dari dalam bambu keluarlah segerombolan semut, jumlahnya ribuan. Abu Jahil pun akhirnya pingsan karena tak kuasa membayangkan hukuman yang bakal diterimanya.

Abu Nawas, Abu Nawas! Ada-ada saja ?

Tree vector created by brgfx – www.freepik.com

Desrianza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top