Desrianza

Pelajar Cinta, Penari Kata, Perindu Surga

Semua Laku Akan Berbalas

Saya sedang berada di depan pintu salah satu warga, mengetuk pintunya dan mengucapkan salam. Sepasang suami istri kemudian menyambut dengan ramah. Saya belum mengenal mereka, baru kali ini berjumpa.

“Ada apa, Nak?” tanya Si Suami

“Ini, Pak. Saya dari masjid, mau menyampaikan undangan acara kajian di masjid,” jawab saya.

“Masuklah dulu ke dalam, Nak.”

“Oh ndak usah, Pak. Saya mau lanjut keliling lagi,” saya menolak karena memang harus ke rumah warga yang lain.

Si Suami tetap memaksa meminta masuk sebentar ke dalam rumah dan kali ini istrinya pun ikutan meminta saya masuk ke dalam rumah barang sejenak. Saya yang gampang tak enak hati akhirnya memutuskan masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu setelah mereka persilakan.

“Kami punya anak yang kini di rantau. Sengaja kami meminta anak masuk ke rumah. Kami di sini ingin memperlakukan orang dengan baik agar anak kami yang sedang di rantau juga mendapat perlakuan yang baik dari orang lain,” Si Suami membuka cerita.

Cerita kemudian mengalir dan berlanjut hingga saya merasa sudah saatnya pamit.

Saya mengingat dengan baik kisah puluhan tahun silam ini. Saya kemudian belajar darinya. Bahwa pada hakikatnya setiap kebaikan yang kita lakukan adalah kebaikan untuk diri kita sendiri.

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri.” (QS. Al-Isra'[17]:7)

Begitu pun sebaliknya, setiap keburukan yang kita lakukan pada hakikatnya kita sedang berbuat buruk untuk diri kita sendiri. Sebagian dari balasan atas perbuatan yang dilakukan di dalam kehidupan di dunia akan dibayar tunai saat di dunia. Mungkin sadar ataupun tidak disadari hal ini sering sekali kita alami dalam keseharian.

Saya menyaksikan, seorang anak yang tidak memperlakukan orang tuanya dengan baik mendapatkan balasan perlakuan yang sama dari anaknya juga, tunai di dunia. Benarlah sabda Baginda Nabi ﷺ

اثنان يعجلهما الله في الدنيا: البغي وعقوق الوالدين

“Dua dosa yang dipercepat balasannya di dunia oleh Allah, yaitu berlaku zalim dan berlaku kasar kepada kedua orang tua.” (HR. Thabrani dari Ibn Asakirah).

Saya juga pernah mengalami kehilangan satu amplop gaji di awal-awal bekerja dan saya meyakini bahwa itu bisa jadi adalah cara Allah ﷻ untuk mengambil kembali apa yang abai saya tunaikan.

Ketika kita meyakini bahwa setiap gerak hati, ucapan lisan dan tingkah perbuatan semuanya akan berbalik kepada empunya niscaya kita akan lebih bisa menahan diri dari berburuk sangka, berucap sembarang dan berlaku jahat.

Bukankah kita akan menuai apa yang kita tanam? Bagaimana mungkin kita mengharap padi yang tumbuh sementara benih rumput yang kita tanam?

Berbuat baiklah! Karena semua laku pasti dan pasti akan berbalas. Tidak ada sebiji debu pun kebaikan ataupun kejahatan yang luput dari perhitungan Allah ﷻ.

Desrianza

2 thoughts on “Semua Laku Akan Berbalas

  1. Setiap kali ayk baca tulisan mu, meleleh rasanya hati ini, tulisanmu seolah jd pengingat , renungan dan sekaligus jawaban atas apa yg di alami dlm hidup ini, byk pelajaran yg ayk dpt. Trs lah menulis krn bs jd tulisan mu itu justru menjadi pembuka hidayah buat org lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top