Ada kenangan dongeng penghantar tidur sewaktu kecil? Dan masih diingat sampai sekarang? Dulu di kampung (kami menyebutnya dusun), biasanya ketika listrik padam kami akan duduk di teras rumah menikmati pemandangan malam. Sembari duduk Mama akan berkisah tentang Kisah Sang Pungguk dan Rembulan, yang terusir dari halaman, terpisah dari saudara sebuaian, karena ibu tiri yang tiada sayang dan kasihan. Kisah tersebut diwariskan dari generasi ke generasi tanpa teks tanpa buku dan biasanya selalu menyelipkan pesan baik di dalamnya. Sekarang kisah-kisah dongeng serupa ini banyak dibukukan dan dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik. Tere Liye, salah satu penulis terkenal yang sudah saya lahap beberapa novelnya, kini menelurkan dua buku anak yang istimewa. Judulnya Toki Si Kelinci Bertopi dan Suku Penunggang Layang-layang.
Buku ini memiliki kisah yang sederhana, tidak seribet kisah di novel-novelnya, ya iyalah kan bukunya buat anak-anak hehehe… Tapi, kisahnya sama menarik dengan novelnya. Buktinya, si bungsu sudah beberapa malam ini tidak mau dibacakan buku lain sebelum tidur. Buku pertama, Toki Si Kelinci Bertopi. Berkisah tentang Toki yang agak usil tapi sebenarnya hanya untuk mencari perhatian hewan di sekitarnya. Toki kemudian mengalami petualangan seru ketika tersesat di hutan. Ia berjumpa banyak hewan lainnya. Pengalaman di hutan, pada akhirnya memberi pengajaran kepada Toki tentang perilaku terpuji. Saling membantu, menghormati dan senantiasa berbuat baik.
Buku kedua yang sama menariknya, Suku Penunggang Layang-layang. Berkisah tentang Tetukong, anak kepala suku penggembala ternak. Ia harus menghadapai ujian penting yang sudah menjadi adat di sukunya. Anak yang memasuki usia 12 tahun di sukunya akan diuji untuk menunggang layang-layang. Sukunya terbiasa menggembala hewan ternak dengan menaiki layang-layang besar. Apakah Tetukong akan berhasil? Ia sangat takut, berharap malamnya lebih panjang dari biasanya. Berharap ujian menunggang layang-layang tak pernah datang. Kisah di buku ini bercerita tentang seseorang yang berjuang menaklukkan rasa takutnya.
Saya merekomendasikan dua buku ini. Sangat baik dibacakan untuk menghantar tidur anak-anak. Ini juga bisa menjadi bagian dari upaya kita untuk mengembalikan minat literasi yang terus tergerus. Selain itu, kisah yang baik dapat membangun jiwa anak-anak menjadi lebih baik insyaallah.
