Skip to content

Desrianza

Pelajar Cinta | Penari Kata | Perindu Surga

Menu
  • Home
  • Ahlan
  • Ngerti Pajak
  • Follow TikTok!
  • Tentangku
Menu

Lampu Togok

Posted on April 5, 2020April 5, 2020 by Desrianza

Berujarlah malam itu selepas isya, Abak kepada Umak.

“Dinda, kepayahan hidup sudah terlalu lama kita layari. Esok hari selepas ayam berkokok, Kanda akan coba mengadu nasib ke negeri seberang. Apakah kiranya pandangan, Dinda?”

“Duhai, Kanda. Tak patutlah bagi Dinda menolak niat baik Kanda. Tugas Dinda hanyalah taat kepada titah Allah dan Kanda. Pergilah Kanda dengan niat yang tulus dan lurus.”

Bersyukurlah Abak seraya mencium dahi dan memeluk Umak.

“Memang engkaulah Sang Bidadari surga sebenarnya yang dihantar Sang Pencipta untuk Kanda.”

Abak mengambil lampu togok (lampu teplok) yang dibeli dari pekan tadi pagi. Diusaplah lampu togok dijampi-jampi dengan doa. Diulurkan kepada Umak.

“Dinda, ridakan Kanda esok berlayar. Simpanlah lampu togok ini baik-baik. Kiranya esok engkau rindu sangat dan Kanda tak bisa bersurat. Nyalakan lampu togok ini.”

“Bila nyalanya tegak tenang, nyatalah Kanda baik-baik disana. Bila nyalanya bergoyang dan tak tenang, maknanya Kanda sedang dalam ujian disana. Doakanlah agar Kanda kuat melewati ujian.”

“Bila lampu togok tak lagi menyala, apa maknanya Kanda telah mati berkalang tanah?” Umak menyambar tanya.

Abak hampir terlompat tapi berpura tenang dan bijak.

“Bukan itu maknanya. Itu artinya minyak lampu togok dah habis.” ? (07/07/17)

? Google (saya lupa mencatat link-nya)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Buku Catatan Hutang Abah
  • Bertahanlah Satu Hari Lagi
  • Ayah Terbaik
  • Sebait Rindu
  • Kebebasan dalam Keterbatasan

Most Viewed Posts

  • Cinta Rasulullah ﷺ (4,935)
  • Hujan-Hujanan (1,138)
  • Memberi Jeda (1,104)
  • Ngobrol, Yuk? (1,025)
  • Apresiasi (1,013)

Categories

Monthly Archives

© 2026 Desrianza | Powered by Superbs Personal Blog theme