Desrianza

Pelajar Cinta, Penari Kata, Perindu Surga

Aku Terbiasa Menyayangimu

Celotehmu menjelang lelap, sebaris tanya perihal kenapa aku menyayangimu.

Celetuk setengah sadar, karena aku terbiasa menyayangimu. “Witing tresno jalaran soko kulino.”

Menjadi tidak penting segala kekurangan yang ada padamu. Karena aku membiasakan diri menutupi setiap celah semampuku. Demikian pula hadirmu mestinya memang menyempurnakanku.

Selalu akan ada rumput yang tampaknya lebih hijau. Ya, secara naluri aku akan menyukai itu tapi yakinlah aku belum biasa menyayanginya dan tak akan belajar menyayanginya.

Aku telah terbiasa menyayangimu. Bukan baru kemarin, sebulan atau setahun belakangan. Tapi, bertahun-tahun sudah. Dan akan seperti itu, hingga takdir memutuskan perjalanan kita.

Badai adalah cara terbaik tuhan menguatkan kembali ikatan cinta kita yang kadang longgar di laut tenang. Walau kadang tenaga kita terkuras untuk kembali mengikatkan tali yang longgar, namun percayalah makin hari kita akan makin belajar cara membuat simpul terbaik yang tak mudah dilonggarkan badai sekalipun.

Aku terbiasa menyayangimu dan akan terus seperti itu. (28/11/16)

Desrianza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top