Desrianza

Pelajar Cinta, Penari Kata, Perindu Surga

Agama Setakat Kata

swarnadwipa

Dulu semasa kuliah, pernah diajak ke salah satu Majelis Tarekat tak jauh dari indekos. Kala itu semangat belajar agama sudah mulai tumbuh. Sayangnya, majelis yang dihadiri tidak terlalu menggembirakan hati.

Majelisnya lebih tepat disebut warung kopi ketimbang majelis ilmu. Memang ada kitab yang dibuka, tapi yang disampaikan penuh dengan ghibah dan fitnah. Ruangan majelis pun dipenuhi asap rokok yang ironisnya lagi dikomandoi oleh sang guru.

Sudahlah, cukup sekali itu saja. Karena bagi saya agama tak setakat kata, ianya juga ada dalam sikap dan perbuatan.

Senang sekali, belakangan hadir majelis yang tampak lebih SUNNAH di banyak tempat. Tapi, sungguh sayang terkadang agama masih setakat kata.

Fitnah dan ghibah ke manhaj yang berbeda kadang sudah terlampau kelewatan dan lucunya lagi cenderung seragam.

“Janganlah dengar pendapat ustadz anu, keilmuannya dipertanyakan, beliau bukan lulusan makkah atau madinah.”

“Janganlah masukkan anak ke pondok anu, ustadznya ada yang homo.”

Imam Az-Zarnuji berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya seorang penuntut ilmu tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula bermanfaat ilmunya, kecuali dengan mengagungkan ilmu dan ahli ilmu, mengagungkan gurunya dan menghormatinya.”

Kutipan perkataan Imam Az-Zarnuji itu terdapat dalam kitab klasik “Ta’limul Muta’allim”, coba deh kita buka-buka lagi kitabnya agar ilmu agama kita tak setakat kata, tapi ianya membawa manfaat serta menghiasi sikap dan perbuatan.

Desrianza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top