
Andrea Hirata, salah satu penulis kelas internasional yang populer dengan karyanya Laskar Pelangi (The Rainbow Troops). Hingga tahun 2019 yang lalu Laskar Pelangi sudah diterbitkan dalam 25 bahasa asing. Sudah seterkenal itu karyanya, saya malah baru mengenal versi filmnya saja belum novelnya. Kadang sudah merasa puas dengan film, malah malas baca novelnya lagi. Padahal biasanya novel jauh lebih menarik ketimbang versi film.
Seperti novel Andrea Hirata yang satu ini, Guru Aini. Menarik sekali. Guru Aini merupakan prekuel Novel Orang-orang biasa. Membaca buku ini membuat saya kepingin kembali lagi ke SMA dan menjadi muridnya Guru Desi, mungkin saya bakal jadi anak IPA akhirnya bukan anak IPS. Ngayal! Hehehe…
“Stunningly beautiful, highly intelligent, sangat perlu dibaca mereka yang ingin belajar.” (Firza Aulia, scholarship awardee)
Tak berlebihan kiranya pendapat Firza Aulia yang terukir di sampul novel Andrea Hirata kali ini.
Singkatnya, buku ini bercerita tentang Guru Desi yang rela menempuh perjalanan ke Kampung Ketumbi nun jauh disana, meninggalkan Ayah dan Ibu. Demi menunaikan mimpinya menjadi guru matematika, seperti gurunya, Guru Marlis.
Idealismenya dalam mengajar sungguh patut diacungi jempol, cocok dengan namanya, Desi Istiqomah. Sempat mengeluh kepada ayahnya, karena sudah bertahun-tahun mengajar merasa gagal karena tak juga ditemukannya anak yang pandai matematika. Namun, setelah itu datanglah murid yang cerdas luar biasa, Debut Awaludin. Sayangnya, ini tak berlangsung lama. Debut kemudian memilih jalan lain dan akhirnya membuat Guru Desi kecewa berat.
Berpuluh tahun setelah itu, datanglah seorang murid, Nuraini binti Syafrudin, “Aini”. Ia meminta pindah kelas dengan segala keterbatasannya dalam pelajaran. Ia betul-betul nekat meminta pindah ke kelas Guru Desi yang terkenal kejam.
Setelah itu, Aini malah jadi bulan-bulanan kemarahan Guru Desi karena ketidakbecusannya dalam matematika. Namun, kegigihan Aini yang luar biasa ditambah perjuangan Guru Desi menemukan metode yang tepat dalam mengajar Aini akhirnya mengantarkan Aini menjadi anak yang pintar tak hanya matematika namun mata pelajaran lainnya.
Novel ini sangat patut dimiliki, membacanya akan menyuburkan harapan dan semangat.
